We miss u ? Dimanakah kau sekarang ?

We miss u ? Dimanakah kau sekarang ?





Adat istiadat, budaya yang kuat dan tata krama yang hebat seolah menjadi karakteristik bangsa yang kuat ini. Tapi sayangnya, hanya tinggal cerita kenangan yang di bungkus dengan muntahan hitam yang menjijikan.

Itulah ibarat kata untuk negeri kita ini, Saking hebatnya perkembangan negeri ini, saking hebat pula perubahan yang dilakukan. Oopppss, perubahan apa ?
Perubahan arah yang lebih baik menuju yang lebih buruk ( antonimnya ya kawan ).

Kalau kita lihat zaman ini, yang utama dan paling utama adalah fulus, segalanya bisa dibeli dengan fulus, saking hebatnya lagi, fulus menjadi top of the top dari segalanya.

Kita lihat misalnya terjadinya tawuran dimana-mana, saling memaki,  Hujat menghujat, bakar membakar bangunan kantor pemerintah dan atau fasilitas umum, seolah-olah tidak ada larangan.
Apa saja dianggap boleh dilakukan.

Tata krama pun menjadi hilang, bangsa Indonesia dari dulu dikenal santun, saling menghargai dan menghormati orang lain, dan saling menjaga perasaan antar sesama. Seharusnya, nilai tata krama ini tak boleh hilang, dengan harapan budaya tata krama ini kembali menghiasi hari-hari hidup kita.

www.kompasiana.com
loading...

0 Response to "We miss u ? Dimanakah kau sekarang ?"

Post a Comment

njir

loading...